Lokakarya "Pemetaan Sistem Inovasi di Indonesia"
- Detail
- Kategori: Kegiatan BIC
- Diterbitkan pada 13 Januari 2009
- Ditulis oleh bic.web.id
- Dilihat: 564
Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), BPPT, LIPI dan Dewan Riset Nasional menyelenggarakan lokakarya mengenai Pemetaan Sistem Inovasi Nasional di Ruang Komisi Utama BPPT, 13 Januari 2008. Tujuan lokakarya ini untuk mendiskusikan kerangka sistem inovasi nasional di Indonesia, Memetakan sistem inovasi di Indonesia dan untuk memperluas komunitas yang peduli terhadap pengembangan sistem inovasi dalam pembangunan nasional di Indonesia. Hadir sebagai pembicara pada lokakarya ini Ery Ricardo Nurzal, BPPT, Lukman Hakim, Wakil Ketua LIPI, Hermanto Siregar, Rektor Institut Pertanian Bogor, Didit Herawan, Presiden Direktur Motorola dan bertindak sebagai moderator Tatang A. Taufik, PTIK – BBPT.
Lokakarya diawali dengan kata sambutan dari Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Prof. Dr. Andryanto Handoyo. Prof. Andryanto menjelaskan unsur – unsur utama dalam sistem inovasi dapat dikategorikan ke dalam tiga garis besar, antara lain: Kelembagaan, jejaring atau network dan instrumen kebijakan. Lebih lanjut Prof. Andryanto menambahkan untuk membantu terwujudnya pemfungsian dengan lebih baik perlu dilakukan penguatan kesadaran (awareness), kontak saling memahami dan pertukaran data serta pengetahuan di antara berbagai pihak yang terkait dana masukan dan sumbangan pemikiran bersama ke arah pemantapan Sistem Inovasi Nasional.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus dibukanya secara resmi Lokakarya tersebut oleh oleh Idwan Suhardi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek KNRT. Dalam sambutannya, Beliau menjelaskan Sistem Inovasi adalah suatu sistem besar yang terbagi menjadi sub-sub sistem penting dalam kemajuan bangsa ini dan tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana unsur-unsur dalam Sistem Inovasi (pemerintah, legislatif, periset, dan industri) dapat sejalan untuk membangun sinergi dalam memperkuat Sistem Inovasi . Untuk itu, diharapkan peserta dapat memberikan masukan bagi penyempurnaan dan penyusunan langkah-langkah strategis bagi implementasi Sistem Inovasi hingga bermanfaat berkembangnya Sistem Inovasi .
Diharapkan diskusi yang berlangsung selama setengah hari tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap kebijakan nasional agar lebih mengedepankan pentingnya Sistem Inovasi di Indonesia dan menghapus segala kebijakan yang sifatnya dapat menghambat pengembangan Sistem Inovasi di Indonesia. (bic)













