Pembuatan Plasticiser Alkohol Ester dari Minyak Nabati dan Formulasinya Dengan Resin Polivinil Klorida
Mensubstitusi bahan baku yang umum digunakan namun berbahaya bagi manusia, dengan bahan baku yang aman, dapat diperbaharui serta relatif aman bagi lingkungan.
WHAT?
| Polyvinyl Chloride (PVC) merupakan polimer yang banyak digunakan, antara lain sebagai pengemas makanan dan perangkat medis. Polimer ini dicampur dengan aditif seperti plasticiser agar memberikan sifat kelenturan. Masalah yang timbul dari plasticiser yang ada adalah berbahaya bagi kesehatan dan tidak ramah lingkungan. Solusinya adalah membuat plasticiser dari bahan nabati khususnya dari minyak sawit. Proses diawali dengan reaksi esterifikasi antara asam karboksilat turunan minyak sawit dengan alkohol linier untuk menghasilkan senyawa diester atau monoester. Senyawa monoester atau diester yang telah dibuat, diformulasikan sebagai plasticiser primer dan sekunder. Plasticiser selanjutnya dicampur dengan PVC untuk menghasilkan plastik. | Polyvinyl Chloride (PVC) is a popular polymer widely used as a raw material for food packaging and medical equipment. PVC is added with other additive compound, such as plasticizer, to increase the flexibility. The problem is that the available plasticizers are considered not safe for humans and the environment. As a solution to this problem, a better plasticizer is developed from the "naturally" safe crude palm oil through some innovative process. |
WHY?
- PVC yang lebih ramah lingkungan dan biodegradable
- Terbuat dari bahan alami
- Dapat terurai secara alami
- Aman bagi manusia
Potensi Aplikasi:
Dapat dikembangkan pada industri plastik dan produk-produk hilir plastik
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|











