Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

PanganEnergiTransportTIKHanKamSehat ObatMaterial MajuLainnya

AddThis Social Bookmark Button

Berita dan Kegiatan

SELEKSI 105 INOVASI INDONESIA SELEKSI 105 INOVASI INDONESIA Rabu, 15 Mei 2013 SALAM INOVASI Business Innovation Center (BIC) – didukung oleh Kementerian ...
Technopreneurship Pemuda 2013 Technopreneurship Pemuda 2013 Selasa, 14 Mei 2013 Mengundang Pemuda-Pemudi Indonesia yang berjiwa entrepreneur dan inovatif ! I...
LAUNCHING SOCIAL INNOVATION PITCH 2013 LAUNCHING SOCIAL INNOVATION PITCH 2013 Rabu, 08 Mei 2013 Inotek, Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI) dan Universitas Atmajay...
 The 5th Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES 2013) The 5th Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES 2013) Selasa, 30 April 2013 CALL FOR PAPERS Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneu...
The 2nd Workshop on Bioenergy, CCS and BECCS 2013 The 2nd Workshop on Bioenergy, CCS and BECCS 2013 Kamis, 25 April 2013 CALL FOR PAPER A collaboration of Ministry of Energy and Mineral Resources (M...

LIPI Luncurkan Teknologi Beyonic untuk Pupuk Organik

LIPI luncurkan teknologi beyonicBogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan teknologi beyonic berbasis mikroba untuk pembuatan pupuk organik. Peluncuran teknologi itu dilakukan oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata dengan disaksikan Kepala LIPI, Prof Umar Anggara Jenie di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1).

Teknologi ini merupakan salah satu solusi atas masalah menurunnya kualitas lahan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan. "Pemanfaatan mikroba menjadi alternatif yang harus dikembangkan menjadi suatu produk untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengurangi pemakaian pupuk buatan," kata Endang Sukara, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI.

Ia mengatakan, pemerintah pada 2010 telah menganggarkan dana subsidi Rp 11,86 triliun untuk memproduksi 11,76 juta ton pupuk anorganik. Namun, subsidi tersebut hanya dimanfaatkan oleh produsen besar, sehingga petani masih tetap tidak mandiri terkait penyediaan pupuk organik tersebut.

"Oleh karenanya LIPI ingin agar petani bisa mengolah sendiri pupuk organik dengan teknologi ini, sehingga mereka menjadi mandiri," kata Endang. Ia juga menjamin bahwa mikroba yang digunakan aman dan terjaga kemurniannya. Mikroba yang digunakan mikroba lokal, dijamin aman dan murni. Banyak mikroba didatangkan, tapi belum tentu handal. "Bahkan jangan-jangan malah merusak lingkungan kita," katanya.

Saat ini beberapa seri produk pupuk organik yang telah dipasarkan di antaranya adalah BioPoska, Kompenit, Biomat, Biorhizin, Kedelai Plus, BioVam dan Katalek. Seri lain yang akan segera menyusul adalah pupuk organik untuk tambak, kawasan tambang yang tercemar limbah logam berat, kawasan tercemar minyak, serta energi alternatif. (sumber: ANTARA News)

Like Us!

Recommend Us!

Hubungi Kami

I-STP Puspiptek, Bld. #124-TMC2,
Serpong, Tangerang, Indonesia 15314

 

+6221
  • Telepon:
    Hi-BIC-JKT
    44-242-558
    756 016 3-4
  • Fax:
    Hi-BIC-INA
    44-242-462
    756 016 5

Senin - Jum'at; pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama Utama Business Innovation Center Artikel LIPI Luncurkan Teknologi Beyonic untuk Pupuk Organik