Bioplastik dari PHA (Poly Hydroxy Alkanoat) yang Dihasilkan Ralstonia euthropa Pada Hidrolisat Minyak
Ketika seluruh dunia bicara berbagai Green Program, material baru pengganti plastik yang merusak lingkungan pun hadir dengan bahan alami sebagai Green Plastic.
WHAT?
| Selama ini plastik dihasilkan dari bahan baku petrokimia yang tidak ramah lingkungan, padahal ternyata bahan alami (renewable) pun dapat diproses menjadi bahan baku pembuatan plastik. Hidrolisat minyak sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon dalam proses fermentasi untuk menghasilkan bioplastik PHA (Polyhydroxy Alkanoat) menggunakan Ralstonia Euthropa. Dengan komposisi yang tepat dapat dihasilkan bahan bioplastik yang handal. Poliester yang dihasilkan dapat divariasikan kekuatan dan kekerasannya untuk berbagai pengggunaan serta resisten terhadap kelembaban, disamping dapat didegradasi secara biologis (biodegradable). | Plastic commonly derived from petrochemical can now be produced from green materials that are eco-friendly. The raw material came from the hydrolysis of crude-palm oil that is fermented to produce bio-plastic PHA (Polyhydroxyalkanoate). Not only it comes from renewable materials, polyester produced from |
WHY?
- Kekuatan dan kekerasannya dapat divariasikan sesuai kebutuhan
- Resisten terhadap kelembaban
- Dapat didegradasi secara biologis
- Biaya bahan baku relatif jauh lebih murah
Potensi Aplikasi:
Industri kemasan dan bahan plastik
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|












Comments
hasil penemuan Bapak akan sangat berguna tentunya untuk Indonesia dan dunia pastinya.
namun ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pak, bagaimana ketahanan plastik penemuan Bapak ini terhadap cuaca, seperti panas matahari. lalu, apakah plastik yang Bapak buat ini termasuk plastik bening sebagai pelapis tas mungkin ( seperti tas yang sering digunakan untuk anak kecil )
Wassalam
Rudiawan saleh
RSS feed for comments to this post