Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

PanganEnergiTransportTIKHanKamSehat ObatMaterial MajuLainnya

Mengenal Tahapan Kesiapan Teknologi

Pada seleksi karya inovasi buku 106 BIC tahun 2014 kali ini, panitia mengharapkan kesediaan dari para pengaju proposal untuk mengisi “Tahapan kesiapan Inovasi” yang telah disempurnakan oleh panitia juri. Tahapan kesiapan inovasi dibagi dalam 10 kelas, dan telah diintegrasikan sesuai Technology Readiness Level (9 kelas) dan  Innovation Readiness Level (6 kelas). Adapun maksud dari pengisian ini adalah untuk memberikan gambaran secara luas sejauh mana sebuah teknologi/ hasil penelitian perlu untuk difasilitasi untuk kemudian dikembangkan di masa yang akan datang.

Hal ini senada dengan hal yang dilakukan oleh Kementrian Riset dan Teknologi (RISTEK) dalam mensosialisasikan penggunaan TRL di litbang/ universitas. 

“TRL ini merupakan dasar  untuk mengetahui tingkat kesiapan teknologi yang dihasilkan dari lembaga litbang terutama universitas yang selama ini berbasis supply push. Selaras dengan konsep Sistem Inovasi Nasional (SINas), kegiatan litbang seyogyanya diarahkan kepada demand driven yaitu sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kapasitas adopsi pengguna teknologi. Untuk menjamin terlaksananya hal itu pengembang teknologi didorong bersinergi dan bekerjasama dengan badan usaha,” demikian disampaikan oleh I Wayan Budiastra, Staf Ahli Menristek bidang TIK dan Transportasi.  (ristek.go.id)

Pemilihan kelas dari tahapan kesiapan inovasi ini tidak akan berpengaruh pada seleksi karya inovasi buku 106. Setiap hasil penelitian/ teknologi yang masih berada di fase awal mempunyai kesempatan yang sama seperti penelitian-penelitian lain yang sudah memasuki fase akhir untuk masuk ke karya inovasi buku 106 BIC tahun 2014.

BIC meminta kesediaan dari setiap peserta untuk memilih Tahapan Pengembangan seperti yang tertera seperti gambar berikut. Pengisian mohon dilakukan dengan jujur dan benar sebagaimana karya inovasi Anda saat ini. 

Berikut keterangan masing-masing kelas dari tahapan kesiapan inovasi:

Studi Literatur (TRL1-2/ IRL 1):

 

Dalam tahapan ini, prinsip/ sifat-sifat dasar dari sebuah teknologi/ hasil penelitian telah diteliti dan dilaporkan dalam bentuk studi makalah.

 

Skala laboratorium (TRL 3-4/ IRL 2):

 

Hasil penelitian yang sebelumnya sudah dilaporkan dalam bentuk studi makalah mulai dibuktikan konsep fungsi serta karakteristiknya secara analitis dan eksperimental dalam lingkungan laboratorium. Selain itu Kebutuhan pasar akan teknologi/ hasil penelitian masih dalam bentuk observasi sehingga belum bisa ditarik kesimpulan akan estimasi keuntungan yang diperoleh dari hasil penelitian atau teknologi tersebut.

 

Uji Lapangan Simulasi (TRL 5/ IRL 2):

 

Teknologi/ Hasil penelitian yang telah dibuktikan dalam skala laboratorium mulai bisa diuji dalam lingkungan simulasi. Selain itu telah dilakukan penelitian pasar dan penelitian laboratorium untuk memilih proses fabrikasi.

 

Uji Lapangan Pre-Prototype ( TRL 6/ IRL 2)

 

Hasil penelitian sudah dapat dibuktikan layak secara teknis (engineering feasibility). Selain itu prototype telah teruji dengan akurasi/ fidelitas lab yang tinggi pada simulasi lingkungan operasional (yang sebenarnya di luar lab). Hasil penelitian juga resmi sudah bisa diterima oleh bagian manufaktur/ fabrikasi.

 

Uji Lapangan Prototype (TRL 7/ IRL 3)

 

Hasil penelitian/ teknologi yang telah diintegrasikan dalam bentuk prototype telah didemonstrasikan dan diuji coba lapangan. Selain itu, hasil penelitian/ teknologi sudah siap untuk memasuki fase produksi awal (Low Rate Initial Production-LRIP).

 

Uji Lapangan Pra-Prototype (TRL 8/ IRL 3)

 

Pada tahap ini proses fabrikasi diujicobakan pada skala percontohan (pilot line atau LRIP) dan menunjukkan hasil dan tingkat produktifitas yang dapat diterima.

 

Kelayakan Ekonomis/ Komersial (TRL 9/ IRL 3)

 

Hasil Penelitian atau teknologi telah teruji pada kondisi sebenarnya dan sudah layak untuk diproduksi secara massal (mass production). Teknologi/ hasil penelitian yang sejenis dari competitor dapat diketahui.  Selain itu telah mampu dilakukan estimasi harga produksi dibandingkan kompetitor.

 

Invensi Sedang Dipasarkan (IRL 4)

 

Hasil penelitian/ teknologi resmi dipasarkan. Strategi-strategi pemasaran mulai diimplementasikan untuk masuk menembus market.

 

Inovasi telah masuk Industri (IRL 5)

 

Riset dan pengembangan hasil penelitian/ teknologi cenderung menurun dan lebih menitikberaktkan pada “technology maintenance”. Kompetisi antar sesama teknologi sejenis mencapai puncaknya.

 

Keberlanjutan Inovasi (IRL 6)

 

Cenderung kalah dari persaingan. Harus ada inovasi baru atau mengembangkan strategi bisnis baru untuk tetap berada di kancah persaingan.

 

 

 

Like Us!

Twitter Updates

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama Utama 100 plus Inovasi Indonesia 106 Inovasi Indonesia 2014 Mengenal Tahapan Kesiapan Teknologi