Teknologi Proses Pembuatan Slow Release Fertilizer Menggunakan Zeolit Alam
Banyak hal terbuang sia-sia dikarenakan sifat alami air yang melarutkan dan proses alami lainnya. Memperlambat proses alami tersebut, dengan meminjam sifat alami zeolit mengurangi kerugian yang terjadi.
WHAT?
|
Salah satu upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi urea adalah dengan memodifikasinya menjadi pupuk lepas lambat / slow release fertilizer (SRF). Pupuk diubah menjadi butiran lebih besar yang lebih sukar larut dan dicampur zeolit alam yang mampu mengendalikan kecepatan pelepasan unsur-unsur nutrien pupuk yang mudah hilang akibat larut dalam air, menguap atau proses denitrifikasi terhadap pupuk itu sendiri. Pembuatan SRF dengan menggunakan zeolit alam sebagai pendukung dilakukan melalui tahap pretreatment, formulasi, granulasi dan pengeringan. Berdasarkan penelitian, pencampuran zeolit dan pupuk urea terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, karena unsur nitrogen dalan urea terserap pada seluruh permukaan zeolit. |
Slow Release Fertilizer (SRF) can be created by producing bigger granulated fertilizer, and to make it evn more efficient, by combining it with zeolite. The Zeolite slow down the dissolving speed of fertilizer, saving the nutrients from being wasted and also was proven that nitrogen required by the plant is absorbed throughout the surface of the Zeolite. The SRF is produced in several stages: pretreatment, formulation, granulation and drying. |
WHY?
- Lebih efisien hingga 70%
- Frekuensi pemberian pupuk pada tanaman menjadi berkurang
- Hasil produksinya relatif sama dengan yang menggunakan pupuk urea biasa
Potensi Aplikasi:
Industri pupuk
Inovator:Institusi : BPPT Status Paten : TELAH DIDAFTARKAN |
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * * |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|











