Inovasi Produksi Ikan Nila GESIT Melalui Pengembangan "YY" Male Technology
Keragaman jenis pada umumnya baik, namun keseragaman kadang lebih baik lagi.
WHAT?
|
Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah jenis ikan budidaya yang populer dan menjadikan Indonesia negara penghasil Nila terbesar ke-3 setelah China dan mesir. Kemampuan tumbuh pesat membuat ikan Nila cepat matang, namun aktivitas perkawinan terus-menerus menjadikan beratnya tidak optimal, hasil panen tidak maksimal dan cenderung menahun. Pengembangan "YY Male Technology" dengan mengkombinasikan feminisasi (pengubahan kelamin induk menjadi individu betina) dan uji keturunan (test progeni) menghasilkan individu jantan "YY" yang dikenal dengan "Super Male" yang keturunannya pasti jantan. Pembiakan satu gender jantan dipilih agar aktivitas perkawinan terus-menerus yang merugikan dapat dihindari. |
The breed-easy characteristic of the Nila fish (easily matured) had made the breeding becomes uncontrollable and fish do not grow to its fullest. Since male fish is known to be growing faster than the female, breeders mostly require male mono sex fish in order to overcome the easily matured gonad problem. The application of male formulating process through "YY male technology" (in order to produce supermale NILA fish with "YY" chromosome) is considered a solution. |
WHY?
- Mampu beradaptasi dengan kondisi perairan bersalinitas tinggi
- Memiliki tingkat pertumbuhan super
- Spesifikasi lainnya sesuai kondisi pasar
Potensi Aplikasi:
Industri perikanan dan peternakan lainnya.
Inovator:Institusi : BPPT Status Paten : DALAM PROSES PENGAJUAN |
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * * |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|











