Inovasi Indonesia di BIC - Business Innovation Center Indonesia

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf
Utama Berita Berita Terkini Gathering 11 Sept 2008: Inovasi Bagi Pengusaha UMKM di Bidang Makanan Tradisional

Gathering 11 Sept 2008: Inovasi Bagi Pengusaha UMKM di Bidang Makanan Tradisional

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Hari Kamis tanggal 11 September 2008 pagi, telah terjadi gathering yang diselenggarakan di Business Innovation Center, Kemayoran. Gathering kali ini membawa tema 'Pengembangan Pengusaha Makanan Tradisional: Pengawetan Menggunakan Radio Isotop Gamma plus Launching dan Brand Marketing'. Gathering dihadiri oleh 50 pengusaha makanan tradisional, PATIR BATAN, dan Brand Maker Indonesia.

Rencananya gathering dimulai pada pukul 10.00, diawali dengan proses registrasi dari Pk. 09.00 pagi. Para peserta gathering sudah mulai berkumpul dari pk. 09.00 pagi, dan mulai mengisi ruangan gathering BIC. Ruangan gathering merupakan modifikasi dari kantor BIC yang lama, dan mampu menampung 50-60 peserta, cocok untuk acara informal gathering. Kedepannya kegiatan-kegiatan gathering BIC akan dilakukan secara lebih rutin di ruangan tersebut.

Pada pk. 09.30 pagi perkenalan dibuka oleh Pak Kristanto Santosa, yang memperkenalkan BIC secara sekilas. Perkenalan secara informal antar peserta gathering dimulai oleh Peneliti (Academics) dari PATIR BATAN dengan menghadirkan : Bpk. Syahril, Bpk. Nada Marnada, Ibu Zubaidah Irawati, Bpk. Umbara Rustam, dari Pemerintahan (Government) hadir wakil dari Departemen Pertanian, dari Bisnis (Business) hadir sekitar 50 anggota AKTO-DKI (Asosiasi Kelompok Tani Olahan-DKI) yang diketuai oleh Ibu Aning Harmanto.

Setelah acara perkenalan, pembahasan dimulai oleh PATIR BATAN dan presentasi dilakukan oleh Dr. NADA membicarakan teknologi Iradiasi yang telah dikembangkan oleh PATIR BATAN, dan kegunaannya untuk pengawetan makanan. Dibahas pula proses yang harus dilakukan untuk melakukan proses iradiasi di fasilitas BATAN.

Ibu Zubaidah melanjutkan presentasi dengan pembahasan regulasi dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah seputar pengawetan makanan menggunakan penyinaran radioisotop. Dibahas pula kualitas makanan yang terbaiklah yang diawetkan, dan bukan makanan dengan kualitas sekadarnya. Pengawetan menggunakan radioisotop yang baik akan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk makanan yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan penjual makanan.

Pak Simon Jonatan dari Brand Maker Indonesia mengupas lebih lanjut pengembangan marketing dari produk. Strategi-strategi jitu mengenai pemasaran, dan persiapan 'launching' dari sebuah produk, serta langkah-langkah yang harus dilakukan agar pengusaha lebih siap menghadapi tantangan kompetisi dikupas secara singkat padat oleh ahli marketing yang me'lahir'kan produk ExtraJos yang telah mempunyai omzet 1 triliun rupiah setiap tahunnya.

Presentasi berakhir pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan proses tanya jawab dan diskusi. Para peserta tampak antusias menanyakan kiat-kiat pemasaran lebih lanjut terhadap Pak Simon, dan juga proses pengawetan menggunakan penyinaran yang ditawarkan oleh PATIR BATAN.

Acara gathering berakhir pukul 14.00 dan diakhiri dengan foto bersama di depan pintu gedung BIC, MGK-Kemayoran.

 

Add comment


Security code
Refresh


Seri Inovasi Indonesia