Pusat Inovasi UMKM mengadakan acara diskusi yang bertema “Mengatasi Krisis Bersama UMKM Melalui Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri” bertempat di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya. Acara tersebut dihadiri beberapa sektor terkait, diantaranya, Pelaku UMKM, Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, dan Industri. Acara dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan, Bapak. Edy Putra Irawadi, SH. Acara tersebut juga disertakan dengan pameran produk UMKM diantaranya berupa produk Garment, Makanan, Obat Herbal dan lainnya. Diskusi dimulai dengan presentasi oleh beberapa pelaku UMKM yang sudah berhasil di bidangnya, diantaranya, Muhammad Syauqi dari Pavettia Atsiri Indonesia yang telah berhasil mengembangkan produk minyak atsiri hingga menembus ekspor, Ir. Dasep dari PT. Sarimas Ahmadi Pratama yang mengembangkan produk mesin perkakas yang menggunakan kandungan lokal sampai dengan 45% dan digunakan oleh industri lokal seperti Astra dll. Dan Juga Ir. Tonton Taufik, MBA dari PT. Rattanland Furniture yang melakukan pengembangan usahanya dengan melakukan pemasaran via internet sehingga bisa menembus pasar ekspor. Ketiga pengusaha tersebut adalah beberapa contoh pelaku UMKM yang berhasil melakukan pengembangan terhadap usahanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan strategi dan kiat-kiat untuk memajukan UMKM, sesi ini diisi oleh beberapa pembicara diantaranya, Prof, Rahardi Ramelan yang mengangkat topik UMKM dan Kreatifitas, Kawi Boedisetio dengan Membangun Kapasitas Inovatif untuk memajukan IMKM, Sugiyanto dari PT. Hero Supermarket tbk, dengan topik Peluang Peningkatan Akses Pasar Produk UMKM ke PT. Hero. BDS (Business Development Service), Bapak Samsul Hadi yang menjelaskan mengenai peran BDS dalam pemanfaatan inovasi untuk pengembangan UMKM, dan Budi Prayitno mengenai Pengembangan BTC dan RDC berbasis UMKM di Jawa Tengah. Acara kemuadian ditutup dengan pembacaan kesimpulan dialog oleh Dr. Ir. Nining I. Soesilo, MA.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|











