Tanggal 7 Februari 2009, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perindustrian dan Perdagangan (Edy Putra Irawadi), Deputi Menristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek (Idwan Suhardi), Business Inovation Center-BIC (Kristanto Santosa) melakukan kunjungan ke PT. Araminta Sidhakarya. Dalam kunjungan tersebut rombongan diterima oleh President PT. Araminta Sidhakarya (Dody Timur Wahjuadi) dan Inovator IPB (Linawati Hardjito).PT. Araminta Sidhakarya merupakan perusahaan yang didirikan oleh CV. Dinar dan IPB dalam pengembangan produk turunan dari budidaya kelautan yang pembiayaan awalnya didukung oleh Insentif Riset Unggulan Kemitraan (RUK) dan RUTi Kementerian Negara Riset dan Teknologi dengan menggandeng Amerika Serikat. Beberapa produk turunan dimaksud adalah Karagenan dan Kitosan. Karagenan itu sendiri merupakan serat alami yang dihasilkan dari rumput laut merah (Eucheuma sp). Karagenan ini mempunya nilai ekonomis yang tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan kosmetik. Saat ini IPB sudah mendaftarkan hak paten atas produk inovasi tersebut, telah mendapatkan sertifikat dari BPOM RI MD 863728001015 serta sertifikat halal dari LPPOM-MUI no. 00170043500307.
Disamping itu, dalam upaya pengembangan produk-produk kelautan yang berkelanjutan, IPB bekerjasama dengan LIPI, DKP dan CV Dinar melakukan penelitian dalam budidaya koral untuk tujuan ekspor. Hal ini diperlukan, mengingat potensi pasar internasional yang sangat besar, juga karena perdagangan internasional koral untuk ornamen saat ini hanya bisa dilaksanakan bagi koral yang merupakan hasil dari produk budidaya. Saat ini CV. Dinar telah mendapatkan Certificate Of Registration - Marine Aquarium Concil dari Lembaga Resmi di Amerika Serikat dan telah membudidayakan 24 Species koral. Pasar yang dijangkau terutama Eropa, Amerika dan Asia terutama Cina, Jepang Korea.
Kolaborasi antara IPB, LIPI, DKP dengan Industri dalam pengembangan budidaya koral dan dalam pengembangan produk-produk turunan dari produk kelautan tersebut disamping memberikan manfaat ekonomi bagi Industri dalam hal ini CV. Dinar dan PT. Araminta, juga memberikan gambaran bagaimana produk inovasi yang telah dikembangkan oleh lembaga litbang tersebut dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Hal ini dikarena untuk mendapatkan bahan baku bagi industri tersebut memerlukan keterlibatan masyarakat dalam proses budidaya koral maupun produk kelautan lainnya. Disini peran lembaga litbang lebih banyak dalam kegiatan riset, penyusunan pedoman-pedoman, pelatihan-pelatihan dan tentunya yang lebih penting adalah pengembangan inovasi lanjutan. (AD-DDI)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|












