Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, membuka Konferensi Nasional tentang Inovasi yang bertema "Terobosan Inovasi Indonesia, menciptakan Inovasi melalui Sinergi Litbang - Bisnis - Pemerintah" pada hari Rabu, 6 Agustus 2008 di Hotel Borobudur. Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 10 Agustus ini akan dijadikan forum tukar pengalaman antar beberapa negara. Dalam sambutannya, Menristek Kusmayanto Kadiman mengatakan bahwa Kebangkitan nasional saat ini bukan sekedar nasionalisme, tapi dalam bentuk baru, yaitu inovasi. Inovasi akan menjadi kunci kebangkitan nasional dimasa mendatang.
Dalam Konferensi Nasional ini diketengahkan kolaborasi Triple Helix Akademisi, Bisnis dan Government (ABG). Rumit dan kompleksnya upaya yang diperlukan dalam mengaplikasikan hasil-hasil penelitian ke sektor produksi, menyebabkan upaya tersebut tidak lagi bisa berjalan secara linear tapi memerlukan interaksi yang secara terus menerus dari berbagai pihak, terutama melalui kolaborasi ABG. Sinerginya diharapkan mampu mewujudkan kemandirian dan kedaulatan bangsa. (ristek.go.id)
Dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadai pembelajaran untuk menggugah semangat segenap komponen bangsa untuk mendorong inovasi, membangun media komunikasi antar komponen, membangun citra bahwa Indonesia berkomitmen tinggi untuk berinovasi dan mengimplementasikannya. Dengan cara ini diharapkan dapat ditetapkan langkah-langkah maju untuk masa mendatang.
Hadir sebagai pembicara antara lain, Staf Ahli Bidang Inovasi, Teknologi dan Lingkungan Menko Perekonomian, Raldi Hendro Koestour, Pendiri Institute for Nanotechnology, Dr. Mochtar Riady, Direktur Fraunhofer Institute (Jerman), Kai Mertins ,Kedutaan Besar China, Zhang Haihua dan Direktur Program USAID, Caesar Layton. (TI-Lea/humasristek)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|












