Dari hasil R&D Visit Tim Ristek yang bermitra dengan industri ke Pusat Penelitian Kimia LIPI pada tanggal 31 Januari 2008 terlihat cukup banyak hasil-hasil inovasi yang siap untuk dikomersialisasikan seperti pemurnian minyak atsiri (aetheric oil) yang telah dikembangkan lebih lanjut menjadi bahan dasar parfum, kosmetik, obat-obatan dan bahan pangan menthol. Namun demikian masih diperlukan peran intermediasi untuk membawa hasil-hasil inovasi tersebut ke industri pengguna, karena selama ini pemasaraanya hanya sampai ke pedagang pengumpul. Pusat Penelitian Kimia juga berhasil mengembangkan Polimer dari minyak sawit atau Biopolimer, juga mengembangkan inovasi obat-obatan untuk diabetes, cardio vasikuler, kanker. Inovasi yang menarik untuk lebih dikembangkan adalah alat pendeteksi makanan yang mengandung babi. Inovasi pada program pangan telah berhasil melakukan proses pangan (food processing) dengan dengan dasar teknologi fermentasi dan bioteknologi berbahan baku kacang kacangan untuk dijadikan ice cream tempe, susu tempe, yogurt tempe dan pasta tempe.
Adapun inovasi untuk industri perminyakan yang berhasil adalah pembuatan bentonit berpilar dengan menggunakan oksida alumina dan oksida besi sebagai bahan pemilarnya. Dan juga berhasil pembuatan katalisator untuk industri kimia dengan bahan baku nikel. Dan untuk pengolahan limbah industri Pusat Penelitian Kimia LIPI berhasil membuat inovasi limbah pabrik tebu menjadi etanol berkualitas tinggi, dan memodifikasi ampas tebu menjadi bahan bakar.
Berapa fasilitas yang dimiliki seperti Fasilitas alat uji bahan acuan analis logam berat dalam air dan makanan, pengawet dalam makanan, bahan acuan analisis proksimat. Fasilitas proses pembuatan surfaktan, clyserol monostearat, glycerol monooleat, ester sorbitan. Fasilitas instalasi pengolahan air limbah. Fasilitas tangki equalisasi tempat pencampuran bahan dan Fasilitas pengujian katalis dan reaksi kimia dan teknik pemanfaatan limbah katalis hidrogenasi sebagai bahan baku pembuatan katalis. Dalam diskusi tersebut diperoleh keterangan secara umum bahwa peneliti menemui berbagai kendala dalam melakukan kerjasama dengan pihak pelaku usaha, sedang disisi lain tim BIC (Business Innovation Center) melihat program dan fasilitas Puslit Kimia LIPI memiliki daya jual yang tinggi sehingga tim BIC merasa perlu untuk membantu menjembatani kendala para peneliti dengan media promosi dan mempertemukan dengan ”panel bisnis” dengan tujuan agar proses difusi dan diseminasi hasil inovasi puslit kedalam wahana industri yang lebih nyata. (ristek.go.id)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|












