Jakarta, 17 februari 2010Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan perwakilan team ECAP III mengadakan kunjungan ke BIC.
Kunjungan yang difasilitasi oleh Dirjen HKI ini bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain mengenai peran dan program-progam yang dijalankan antara ECAP III dan Business Innovation Center . Pertemuan diawali dengan perkenalan team ECAP III, yang di jelaskan oleh Stepahne Passeri. Stepahne menjelaskan, European Commission ASEAN Project on the Protection of Intellectual Property Rights atau yang disingkat ECAP III merupakan program yang di-inisiasi oleh Europian Union untuk meningkatkan informasi mengenai Intellectual Property Rights (IPR ) atau HKI di regional ASEAN termasuk Indonesia.
Acara diskusi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Business Innovation Center oleh Kristanto Santosa, Direktur Eksekutif BIC. Kristanto menjelaskan bahwa BIC adalah sebuah lembaga yang dibentuk oleh kementerian ristek dan bertugas meniciptakan sinergi antara sektor akademisi, atau inventor, bisnis atau industri, dan pemerintah. Kristanto juga menjelaskan, saat ini BIC telah menerbitkan 2 judul buku inovasi yaitu 100 Inovasi Indonesia dan 101 Inovasi Indonesia.
Kristanto menambahkan, HKI menjadi hal penting dalam aktivitas yang dilakukan BIC, karena saat ini peran sentra HKI sangat berguna, karena dapat memberikan akses yang mudah dengan hanya melewati satu pintu, sehingga para investor tidak dipersulit untukmendapat informasi. Tetapi disisi lain sentra HKI juga dapat menghambat dengan membuat HKI terlalu protektif, sehingga investor kesulitan dalam mengadopsi teknologi tersebut.
Di akhir pertemuan, Stepahne dan anggota team ECAP III sangat antusias dan senang mendengar pemaparan mengenai BIC. Dalam pertemuan ini team ECAP III bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai pemahaman dan status HKI di Indonesia dan akan melalukan riset kepada komponen atau stake holder HKI mengenai pemahaman tersebut. Team ECAP III menambahkan publikasi buku 100 dan 101 Inovasi Indonesia termasuk sebagai alat yang sangat tepat untuk meningkatkan awareness terhadap HKI. Dan kemungkinan besar, BIC bisa menjadi mitra dalam menyebarluaskan kuisioner kepada stakeholder dari HKI yang menjadi mitra BIC. (bic)












