| Indeks Artikel |
|---|
| Bagaimana Glokalisasi dan Global Reverse Innovation Mengubah Dunia |
| Mengapa Inovasi Berkebalikan Sangat Penting |
| Bentrokan di Antara Kedua Model |
| Seluruh halaman |
Sebuah review pribadi dari Harvard Business Review dengan judul ‘How GE Is Disrupting Itslef’ yang ditulis oleh Jeffrey R. Immelt, Vijay Govindarajan, and Chris Trimble.
Harvard Business Review adalah Review yang paling banyak dibaca dan umumnya ide di balik ulasannya selalu menggugah keingintahuan, segar dan membuka wawasan. Ketika atasan saya meminta untuk menuliskan resume dari HBR, dengan senang hati saya lakukan.
Review ini adalah tentang bagaimana GE dan perusahaan multinasional lainnya dipaksa menggubah diri mereka untuk kebaikan mereka sendiri. Mereka mengembangkan dan menerapkan sebuah model baru, ‘global reverse innovation’ untuk mengembangkan produk inovatif baru, berbenturan dengan strategi ‘glocalization’ yang telah mereka lakukan. Saya berharap setelah membaca resume di bawah ini Anda bisa mengerti mengapa saya percaya bahwa negara-negara seperti China, India dan Indonesia akan memainkan peran yang penting dalam proses pengembangan inovasi berkelas dunia.
Ulasan kali ini menjelaskan pendekatan model ‘glocalization - glokalisasi’ (bukan globalisasi), sebuah pendekatan yang dilakukan oleh banyak perusahaan manufaktur produk-industri di negara-negara maju selama beberapa dekade. Dengan glokalisasi, banyak perusahaan yang mengembangkan produk inovatif di negara asal, dan kemudian mendistribusikannya ke seluruh dunia dengan adaptasi dan modifikasi lokal di negara yang dituju. Pendekatan ini berjalan dengan baik bagi perusahaan di negara-negara maju di mana negara lain tidak memiliki banyak pilihan. Era tersebut kini mulai berubah, dikarenakan perkembangan yang cepat di negara-negara seperti China dan India dan melemahnya perkembangan di negara-negara maju.
Ulasan menyatakan fakta bahwa di bulan Mei 2009, General Electric mengumumkan pendanaan sebesar 3 Milyar USD untuk menciptakan sedikitnya 100 peralatan kesehatan dengan harga lebih rendah, akses yang lebih luas dan peningkatan kualitas. Dua buah produk yang dikedepankan adalah EKG genggam seharga 1.000 USD, dan alat USG portable berbasis komputer pribadi (PC) dengan harga 15.000 USD. Kedua produk tersebut sangat luar biasa bukan hanya karena ukurannya yang kecil dan harganya yang rendah, tapi karena mereka awalnya dikembangkan bagi masyarakat India dan China pedesaan, kini juga dijual di Amerika, dimana kedua alat tersebut pertama kali dikembangkan dan digunakan. Proses kebalikan dari glokalisasi ini disebut ‘global reverse innovation’.
GE harus melakukan strategi inovatif ini untuk bertahan dan terus berkembang di masa depan, dengan mendahului perusahaan-perusahaan lokal di negara tersebut – raksasa-raksasa tidur – sebelum mereka mengembangkan produk yang serupa dan mengganggu GE di negara-negara maju.
Paper ini kemudian mengulas lebih lanjut tantangan yang dihadapi GE ketika mereka coba menggabungkan kedua model, glokalisasi dan global reverse innovation, karena sifat mereka yang bertentangan satu sama lain. GE tidak serta merta mengganti glokalisasi karena strategi tersebut masih akan terus diterapkan di masa depan. Kedua model tersebut bukan hanya harus diterapkan bersandingan, tetapi juga bekerja sama.












