Batu Alami sebagai Bahan Kotak Penyuara
WHAT?
|
K otak penyuara (enclosure) sangat berpengaruh terhadap suara yang dihasilkan oleh sistem kotak penyuara. Kotak tidak boleh ikut bergetar ketika penyuara bergetar saat menghasilkan bunyi. Bila kotak bergetar berarti terjadi resonansi yang ikut mewarnai bunyi yang dihasilkan oleh penyuara (sound coloration) Batu Alam seperti marmer, onix dan batu paras memiliki sifat mekanik dan akustik yang baik seperti tegar, kokoh, berat, dapat meredam getar, serta memiliki transfer panas yang baik, dibandingkan kotak konvensional dari kayu, plastik atau logam. Selain itu, batu alam yang cantik bisa menjadi dekorasi menarik bila dijadikan enclosure kotak penyuara. Suara yang dihasilkan bebas cacat suara, karena energi akustik yang dipancarkan murni dari sumber penyuara. |
The enclosure of a loudspeaker influences the sound it reproduces and should not vibrate when it sounds. Vibration indicates resonance, and it creates ‘sound coloration’ which might not be wanted. Natural stones like marbles or granites, beautiful as they are, have better mechanics and accoustic properties if compared to other conventional materials, making them ideal materials for speaker’s enclosure. |
WHY?
- Menghasilkan kualitas suara lebih baik
- Mempunyai kemampuan daya lebih tinggi
- Mempunyai citarasa seni dengan beragam warna dan corak
- Ramah lingkungan (environment friendly)
Potensi Aplikasi:
Penggunaan batu alam sebagai kotak speaker dapat menghasilkan suara ideal bagi sistem Hi-Fi, selain sifatnya yang artistik dan unik.
Kata Kunci Teknologi
001. Electronics, IT and Telecomms
002. Industrial Mfg, Material and Transport Technologies
003. Other Industrial Technologies
004. Energy
005. Physical and Exact Sciences
006. Biological Sciences
007. Agriculture and Marine Resources
008. Agrofood Industry
009. Measurements and Standards
010. Protecting Man and Environment
011. Social and Economics Concerns
Inovator:Institusi : PT. HARTONO ISTANA TEKNOLOGI Status Paten : DALAM PROSES PENGAJUAN |
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * * |











