Pada hari Selasa, 02 Desember 2008 bertempat di sekretariat Business Innovation Center, berlangsung pertemuan Intermediasi antara PT. Sandimas dengan Balai Besar Keramik yang difasilitasi oleh BIC. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ibu Jasmin B. Setiawan dari Himpunan Desainer Indonesia dan Bapak Fatchy Muhammad dari Masyarakat Air Indonesia (MAI).
Intermediasi tersebut ditujukan untuk menjajagi minat swasta pada teknologi PCP (Permeable Ceramic Paving) yang dikembangkan oleh Bapak Nuryanto dari Balai Besar Keramik (Bandung) untuk dikembangkan ke skala industri. Untuk itu BIC mengundang PT Sandimas Reksakeramika Granito (Sandimas) yang diwakili Bapak Eddy Rahardjo dan Ibu Vera Sitorus. Pertemuan intermediasi dimulai dengan penjelasan mengenai PCP dan pengolahan bahan galian Feldspar di Banjarnegara oleh Bapak Nuryanto. PCP adalah salah satu inovasi terpilih dalam Buku “100 Inovasi Indonesia”. PCP adalah lempengan keramik yang memiliki porositas dan bisa meloloskan air dari permukaannya. PCP dibuat dari Felspar dengan kehalusan tertentu. Ibu Jasmin menambahkan, selain fungsinya yang ramah lingkungan, PCP juga memiliki nilai ornamental yang tidak dimiliki keramik atau material alam lainnya, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai ornamen rumah.
Bapak Eddy Rahardjo menilai bahwa produk PCP tersebut masih harus dikaji secara komersial, dan perlu dibandingkan dengan bahan bangunan seperti Paving Block atau Conblock. Saat ini Sandimas yang memproduksi produk granito bermerek Niro mengimpor felsparnya dari China. Dalam penjelasannya Pak Nuryanto menjelaskan bahwa Felspar bisa didapat di Banjarnegara dan Pangaribuan (Sumatra Utara), akan tetapi untuk Sandimas jenis felsdpar Banjarnegara belum memenuhi syarat kualitas mereka sedangkan feldspar Pangaribuan memenuhi syarat tetapi permasalahan terletak pada jaraknya yang jauh sehingga perlu dikaji biaya pengangkutannya.
Pak Kristanto, executive director dari BIC menjelaskan bahwa PCP harus dilihat sebagai produk baru yang memiliki keunggulan dari produk seperti paving block dan conblock karena memiliki keistimewaan pada fungsinya yang ramah lingkungan (meloloskan air) dan bernilai ornamental. Tapi tentu saja kesemuanya tergantung pada konsumen PCP nantinya
| < Prev | Next > |
|---|











