Iskandar Alisjahbana, tokoh inovasi teknologi Indonesia, meninggal dunia di Rumah Sakit Boromeus, Bandung pada Selasa malam (17/12) dalam usia 77 tahun. Iskandar merupakan penemu SKSD Palapa. Iskandar diketahui meninggal dunia dengan kondisi pendarahan parah di bagian perutnya. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab pendarahan itu. Menurut istri almarhum, Anna Alisjahbana, kepergian suaminya sangat mengejutkan. Sebab, selama ini penyuka olahraga air ini tidak memiliki riwayat penyakiat mematikan. Iskandar adalah mantan Rektor ITB periode 1976-1978 yang di zamannya memelopori pentingnya inovasi teknologi dikaitkan dengan kewirausahaan di ITB. Menurut rencana, jenazah almarhum akan disemayamkan di Kampus ITB pukul 10.00Prof. Dr. Ing. Iskandar Alisjahbana adalah putra sulung Prof Dr Mr Sutan Takdir Alisjahbana.Ia lahir di Jakarta 20 Oktober 1931, meraih gelar Sarjana Muda dari Institut Teknologi Bandung pada 1954 dan gelar Doktor pada 1960 dari Sekolah Tinggi Teknik Damstadt di Jerman. Beliau adalah pakar elektronik penggagas tele blackboard sebuah teknologi yang bisa merekam tulisan tangan di atas papan elektronik, yang bisa dikirim ke lokasi yang jauh menggunakan gelombang radio atau televisi, sebuah teknologi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan telekomunikasi.
Salah satu gugatan beliau adalah perlunya "copyleft" sebagai counter-argument bagi hak-hak kekayaan intelektual (copyright), karena copyright menurut beliau justru akan memperlebar jurang kesenjangan kaya-miskin di dunia, dan Indonesia sebagai negara sedang berkembang menjadi fihak yang dirugikan. Copyleft bermula dari gerakan open-source software dan open-course-ware dari kampus MIT (Institut Teknologi Massachusetts), Amerika Serikat.
Selamat Jalan Pak Iskandar ...
| < Prev | Next > |
|---|











