Kesepahaman antara penghasil inovasi dan pengguna inovasi sangat di perlukan untuk mendorong pemanfaatan hasil – hasil inovasi di sector produksi, sehingga industri bias memanfaatkan kapasitas lembaga litbang sementara itu lembaga litbang dapat memanfaatkan informasi dari industri untuk pengembangan R&Dnya.
Dalam upaya mencari titik temu tersebut, telah dilakukan dialog yang melibatkan Pakar Inovasi TVG Krishnamurthy pada tanggal 11 Maret 2008 di Serpong. Dialog yang melibatkan lembaga litbang B2TE – BPPT yang dipimpin oleh Kepala Balai B2TE (Dr. Ir. M.A.M Oktaufik), PKTN – BATAN yang dipimpin oleh (Wawan Suwanda), Ristek (Ir. Santosa Yudo Warsono, M.Sc) dan BIC (Kristanto Santosa) secara khusus membahas tentang pandangan dunia bisnis atas hasil-hasil inovasi dan bagaimana perjalanan dari idea menuju komersialisasi.
Beberapa Kendala yang dihadapi oleh lembaga litbang untuk membawa hasil inovasi ke industri ke industri antara lain : produk yang kurang kompotitif, tidak adanya kontinyuitas, government project oriented dan terbatasnya jaringan kerja antara lembaga litbang dengan sector manufaktur. Sementara itu menurut Bpk. Krishnamurthy 2 aspek yang perlu diperhatikan untuk komersialisasi hasil-hasil inovasi adalah pertama, customer yang menekankan bahwa inovasi harus memberikan nilai tambah spesifik dan berbeda dengan yang lain.
Sementara itu aspek ke dua adalah Internal organisasi yang menyangkut seberapa besar kompetensi lembaga litbang dalam delivery inovasi dan apa yang membedakan kompetensi lembaga litbang tersebut dengan yang lain. Disamping itu lembaga litbang juga harus mampu memberikan gambaran tentang Road Map dari inovasi yang ditawarkan.
Untuk menjamin terjadinya kontinyuitas inovasi, dalam proses R&D, lembaga litbang perlu memperhatikan feed back dan masukan dari industri sebagai customer. (ristek.go.id)
| < Prev | Next > |
|---|











