Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu Limnologi. Limnologi adalah ilmu yang mengungkapkan hubungan fungsional antar komponen ekosistem perairan darat yang mencakup komponen abiotik (sedimen, air) dan biotik (plankton, bentik, ikan, bakteri). Dalam perkembangannya ilmu ini berguna untuk menciptakan teknologi pengelolaan produktivitas perairan dan memprediksi serta mengevaluasi dampak kegiatan manusia terhadap kesehatan perairan darat. Puslit Limnologi – LIPI di Cibinong, telah menghasilkan beberapa inovasi yang meliputi pengembangan Isolat Bioremidiasi yang dapat mengendalikan senyawa metabolit toksik akibat dari bahan kimia dan bahan organik, sehingga dapat menjaga penurunan kualitas air dan kerusakan sistem sediemen tambak. Isolat Bioremidiasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas tambak untuk budidaya udang windu.
Usaha lainnya adalah budidaya udang galah dengan sistem apartemen pelindung sebagai tempat ekosistemnya. Teknologi apartemen ini dapat memaksimalkan tebaran kerapatan individu udang galah, karena udang galah bersifat kanibal maka perlu adanya sekat sejenis apartemen dari bambu. Hasil penelitian Puslit Limnologi LIPI untuk 1 Ha tebaran udang galah dengan menggunakan teknologi apartemen dapat menghasilkan 7 ton yang sebelumnya hanya 2 ton. Dan untuk lebih menjaga kesegaran udang galah, maka inovasi yang berhasil dikembangkan adalah transportasi udang galah hidup sampai ke konsumen.
Puslit Limnologi LIPI juga berhasil mengembangkan sistem lahan basah buatan untuk menurunkan pencemaran lingkungan. Pengolahan air limbah tersebut menggunakan tanaman dan mikroororganisme (fitoremediasi). Adapun jenis lahan basah menurut fungsinya dapat dibedakan lahan basah ekoton suatu danau, riparian sungai, reklamasi daerah pertambangan, pesisir, untuk mengolah air limbah.
Teknologi yang juga dikembangkan adalah aquakultur sederhana berbasis ekosistem bentik. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem kolam melalui resirkulasi senyawa organik dan inorganik, sebagai mediator ketersediaan dan pertumbuhan pakan alami pada kolam pemeliharaan. Teknologi ini berhasil menurunkan produk metabolik toksik yang berasal dari hewan budidaya, mengendalikan mikro patogen, dengan proses yang lebih hygienis dan terkontrol. Juga yang berhasil dikembangkan adalah budidaya ikan hias jenis rainboy. Tim Business Innovation Center (BIC) melihat, hasil inovasi yang dikuasai Puslit Limnologi LIPI cukup siap untuk diimplementasikan pada industri, namun perlu dilakukan pembahasan tentang konsep-konsep kerjasama komersialisasi hasil-hasil inovasi ke industri dan perlindungan kekayaan intelektualnya (ristek.go.id)
| < Prev | Next > |
|---|











