Jakarta – Jumat, 19 Februari 2010
Selain Prof. Clara dan tim, intermediasi ini juga dihadiri pihak swasta antara lain dari PT. KAR (Karya Anugerah Rumpin) yang diwakili oleh Karnadi Winaga, PT. Munas, Wijanto Angkawidjaja, PT. Spaa, Hendro dan dari Saung Nurbayana, Sapta Hadi.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Clara menjelaskan tentang adanya kegiatan teaching farm (kebun pelatihan) milik IPB yang berlokasi di Ciapus, Bogor. Teaching farm merupakan kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan para petani di Indonesia.
Beberapa dari kegiatan teaching farm tesebut adalah budidaya ulat sutera, pengembangan tanaman murbei untuk pembuatan teh murbei dan limbah murbei bisa untuk pakan ulat maupun ternak. Nunuk, salah satu tim dari FEMA-IPB menambahkan bahwa saat ini sedang dilakukan pengembangan pembuatan jamu dari limbah murbei untuk pakan ternak khususnya sapi.
Selain teh murbei, Prof. Clara juga menjelaskan mengenai pengembangan bubuk klorofil dari cincau yang dihasilkan melalui proses instansi menjadi bubuk.
Di akhir pertemuan, pihak swasta menyambut baik dengan produk-produk yang telah dijelaskan oleh Prof. Clara dan Tim dari IPB. Salah satunya adalah ketertarikan dari PT. KAR akan pengembangan jamu untuk pakan sapi. (bic)











