Inovasi Indonesia di BIC - Business Innovation Center Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Utama News Latest News Perayaan Ulang Tahun BIC Yang Masih Belia

Perayaan Ulang Tahun BIC Yang Masih Belia

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
We are sorry for not being able to provide official translation. Please use the google translator to help you review our site.

Business Innovation Center (BIC) merayakan ulang tahunnya yang pertama pada Jumat, 13 Maret 2009 bertempat di  Business Innovation Center, Mega Kemayoran, Jl. Angkasa Kav. B-6, Jakarta Pusat. BIC didirikan atas prakarsa Kementerian Negara Riset dan Teknologi dengan tujuan mensinergikan upaya inovasi antara komponen akademisi Penelitian dan Pengembangan

, Bisnis dan Pemerintah dengan misi untuk mendorong inovasi bisnis di Indonesia melalui kegiatan intermediasi antara inovator pengembangan teknologi dengan dunia bisnis.

Pada usia yang ke-1 tahun BIC mengumumkan dimulainya proyek penerbitan 101 inovasi Indonesia dan sekaligus meresmikan beberapa program kerjasama inovasi di antara para ABG. Dalam acara ini juga dilanjutkan dengan empat penandatanganan nota kesepahaman antara lain mengenai Kedelai Plus antara Mitra Bina Usaha Tani Nusantara (Munas) dengan Biotek LIPI ; mengenai Desa Energi antara Bayu Buana (BBG) dengan SBM-ITB; mengenai Pengembangan Modal Ventur antara IFA Ria Gemilang dengan BIC ; serta mengenai program kerjasama magang, antara IPB dengan BIC.

Untuk itu, pada hari ulang tahunnnya yang masih belia, BIC telah mengundang komponen-komponen ABG yang senior untuk mendiskusikan permasalahan yang kita hadapi bersama sekarang ini, agar ABG Indonesia bangkit. Berdasarkan  pengamatan BIC selama setahun ini bahwa ketidakefisienan dalam mekanisme inovasi A-B-G  mesti digerakkan secara serempak oleh komponen A, komponen B, dan komponen C secara simultan. Oleh karena itu upaya mengefektifkan hubungan antara A-B-G sekarang menjadi penting.

Memang jalan menuju sinergi A-B-G yang kita impikan masih lumayan panjang, namun setidaknya langkah pertama mesti kita ambil yaitu memfasilitasi proses agar para peneliti memahami permasalahan bisnis, para pebisnis juga memahami dan memberi apresiasi pada permasalahan bisnis, pada pebisnis juga mamahami dan memberi apresiasi pada permasalahan dalam  dunia litbang, dan akhirnya pemerintah harus belajar memahami permasalahan pelaku litbang dan bisnis sekaligus. Makanya Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman senantiasa mengingatkan bahwa sudah saatnya birokrat meninggalkan paradigma pemerintah sebagai “tukang perintah” dan menggantinya dengan istilah “civil servants”alias abdi masyarakat yang mampu mendengar suara masyarakat dengan “agresif”. (humasristek)

 

 

 

Pendukung Inovasi

Banner
Banner
Banner
Banner

Need Help?

T. (021) 2664 6882
F. (021) 2664 7409
e. info [at] bic [dot] web [dot] id
Monday - Friday : 9.00 - 18.00
INFO BIC :
Click on our online status to send a message through Yahoo Messenger.


Proposal Invitation to enroll 101 Indonesia Innovations
Click for more information.