KWH Meter Digital 1 Phase
Peningkatan efisiensi dan produktivitas dengan mengembangkan teknologi menjadi tujuan utama semua usaha manusia. Ditambah lagi teknologi tersebut memberikan keleluasaan akses secara 'virtual'.
WHAT?
Indonesia akan mengadopsi teknologi Meteran Listrik digital menggantikan elektromekanikal, dan untuk itu dibutuhkan perangkat yang handal untuk pelaksanaannya. Pengembangan meteran listrik (kWh meter) digital yang disesuaikan dengan kebutuhan PLN juga menggunakan teknologi radio yang memudahkan proses pencatatan, pemutusan dan penyambungan kembali, dari jarak jauh (remote). Hal ini sangat dibutuhkan di kota-kota besar dimana kadang petugas meteran tidak memiliki akses untuk membaca meteran secara langsung. Teknologi lainnya, seperti anti-tampering mechanism yang mampu mendeteksi dan memutus aliran listrik bila meteran listrik dirusak dapat mengurangi resiko pencurian listrik. | lndonesia will adopt the new digital electric meter replacing the old electromechanical, with some enhanced features not available in the regular digital electric meters. Incorporating the radio technology, electric meter reading can be done remotely, and also cutting and reestablishing the line. A feature required in big cities where access to the meter sometimes is not available. Anti-tampering mechanism is also added to prevent electricity theft. |
WHY?
- Penghitungan dan pencatatan data penggunaan listrik dilakukan secara digital sehingga lebih akurat
- Pengambilan data Energi, Tegangan dan Arus dilakukan dari jarak jauh akan meningkatkan efisiensi proses pengumpulan data
- Pemutusan dan penyambungan dapat dilakukan dari jarak jauh sehingga dapat mencegah pencurian listrik
Potensi Aplikasi:
Perusahaan listrik di lndonesia dan di negara-negara berkembang lainnya
Inovator:Institusi : Pusat Mikroelektronika Status Paten: TELAH DIDAFTARKAN | Prospektus:Kesiapan Inovasi : * * * |





