Inovasi Indonesia di BIC - Business Innovation Center Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Utama Food Resilience Yang Manis dari Yang Cantik
Food ResilienceNew and Renewable EnergyTransportation Management and TechnologiesInformation and Communication TechnologiesDefense and Security TechnologiesHealth and MedicinesOthers

Yang Manis dari Yang Cantik

E-mail Print PDF
We are sorry for not being able to provide official translation. Please use the google translator to help you review our site.

Biokonversi Inulin Umbi Dahlia menjadi Fruktosa dan Frukto-Oligosakarida (FOS)

Inovasi teknologi bisa menciptakan nilai baru tanpa mengganggu nilai yang sudah ada. Intensifikasi pertanian bunga (potong) dahlia bisa menghasilkan produk tambahan bernilai tinggi dari umbinya, sekaligus mengurangi ketergantungan kita pada bahan baku impor.
PERSPEKTIF

WHAT?

Fruktosa dan Frukto-oligosakarida/ Fructo-oligosaccharides (FOS) merupakan dua bahan kimia yang dibutuhkan oleh industri pangan, farmasi, dan kimia sebagai bahan tambahan dan bahan penolong, yang sebagian besar masih diimpor. Fruktosa dihasilkan melalui tiga tahapan proses konversi dari bahan karbohidrat singkong atau jagung, sedangkan FOS dibuat dari inulin, ekstrak chicory (tanaman subtropis).

Teknologi biokonversi yang dikembangkan ini dapat memproduksi fruktosa dan FOS sekaligus, dari bahan baku umbi dahlia. Prosesnya ramah lingkungan, hemat energi, dan berkinerja tinggi. Inulin dalam umbi dahlia (51.5 – 82.0 % B/B kering) dapat dikonversi secara sempurna (sampai 97%) menjadi fruktosa dan FOS.

Fructose and FOS, used as supplements or additives in food and pharma industries, are mostly still imported. Fructose is made from starch through a long 3-steps process, while FOS is produced from chicory inulin, tubers of a subtropical plant.

The developed bioconversion technology is able to simultaneously produce both materials from dahlia tubers, available in Indonesia, through a highly efficient/clean manufacturing process.

English

WHY?

  • Memanfaatkan kandungan inulin pada umbi dahlia yang sampai sekarang belum pernah dimanfaatkan
  • Unit proses relatif kecil, ramah lingkungan dan hemat energi
  • Biokonversi berkinerja mendekati sempurna (90-97%)
  • Bisa dilakukan terintegrasi dengan kegiatan ekonomi yang sudah ada di masyarakat (bunga dahlia)
Keunggulan

Potensi Aplikasi:
Unit proses yang relatif kecil dan sederhana memungkinkan industri Fruktosa dan FOS ini dikembangkan di wilayah pedesaan, terintegrasi dengan industri bunga (potong) dahlia. Penelitian yang masih berlangsung adalah mengembangkan enzim inulinase dari sumber tanaman asli Indonesia lainnya.

Kata Kunci Teknologi

001. Electronics, IT and Telecomms
002. Industrial Mfg, Material and Transport Technologies
003. Other Industrial Technologies
004. Energy
005. Physical and Exact Sciences
006. Biological Sciences
007.Agriculture and Marine Resources
008. Agrofood Industry
009. Measurements and Standards
010. Protecting Man and Environment
011. Social and Economics Concerns

Inovator:

Nama : Prof.Dr.Ir. Djumali Mangunwidjaja, DEA; Dr. Ir. Mulyorini Rahayuningsih, MSi; Drs. Purwoko, Msi

Institusi : Departemen Teknologi Industri, IPB
Alamat : Kampus IPB Darmaga Bogor 16002

Status Paten : TELAH DIDAFTARKAN

Prospektus:

Kesiapan Inovasi  : *
Kerjasama Bisnis : *
Peringkat Inovasi : *
Last Updated on Friday, 25 December 2009 13:26  

Pendukung Inovasi

Banner
Banner
Banner
Banner

Need Help?

T. (021) 2664 6882
F. (021) 2664 7409
e. info [at] bic [dot] web [dot] id
Monday - Friday : 9.00 - 18.00
INFO BIC :
Click on our online status to send a message through Yahoo Messenger.