BIC - Business Innovation Center Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Utama Food Resilience Insektisida Alami Buatan Sendiri

Insektisida Alami Buatan Sendiri

E-mail Print PDF
We are sorry for not being able to provide official translation. Please use the google translator to help you review our site.

Formulasi Media dan Teknologi Sederhana Produksi Bioinsektisida dari Bacillus thuringiensis subsp. kurstaki

Menggunakan cara-cara alami untuk mengontrol populasi serangga pengganggu adalah cara yang ideal, Mengembangbiakkan secara alami bakteri pengontrol tersebut menggunakan bahan limbah industri yang tidak digunakan adalah sebuah inovasi yang lebih ideal lagi.
PERSPEKTIF

WHAT?

Dipel adalah bakteri Bacillus thuringiensis yang secara alami mampu membunuh ulat serangga pengganggu dan pemakan daun namun aman bagi serangga lain, burung, ikan atau hewan berdarah panas.

Metoda sederhana pembiakan dipel (Bacillus thuringiensis subsp. kurtaki) dikembangkan menggunakan media dengan bahan baku limbah cair tahu dan onggok tapioka (2:1), serta kapur. Sebagai starter digunakan produk komersial dipel yang dilarutkan dalam air steril dengan kosentrasi 1 gram dipel per 1 liter air steril.

Setelah didiamkan selama 3 hari dan dipanaskan pada suhu 50°C akan dihasilkan bubuk dipel terkonsentrasi yang memiliki daya basmi ulat kubis Crocidolomia binotalis 27x lebih ampuh dibandingkan dengan produk komersial dipel yang berbahan aktif serupa. Cara penggunaannya dengan melarutkan 1 gram bubuk dengan 25 liter air matang.

“Dipel is a natural bacteria Bacillus thuringiensis that controls many leaf-eating caterpillars of moths and butterflies, but does not harm other insects, birds, fish or warm-blooded animals.

A simple method to cultivate dipel using agro-industrial waste; such as tofu liquid waste and tapioca waste, produces dipel powder that is 27 times more efficient to kill Crocidolomia binotalis compared to other commercial dipel.

English

WHY?

  • Secara alami mampu mengontrol ulat dan serangga penggangu
  • Daya toksisitas terhadap serangga sasaran lebih tinggi 27 kali dari produk komersial
  • Bahan baku mudah dan murah
  • Proses sederhana
  • Ramah lingkungan
  • Tidak mengandung unsur kimiawi
Keunggulan

Potensi Aplikasi:
Penggunaan insektisida alami bagi tanaman sayuran sangat dianjurkan, selain ramah lingkungan, aman bagi makhluk hidup lainnya. Pertanian dan perkebunan yang membutuhkan solusi pengontrol serangga pengganggu alami menggunakan dipel.

Kata Kunci Teknologi

001. Electronics, IT and Telecomms
002. Industrial Mfg, Material and Transport Technologies
003. Other Industrial Technologies
004. Energy
005. Physical and Exact Sciences
006. Biological Sciences
007.Agriculture and Marine Resources
008. Agrofood Industry
009. Measurements and Standards
010. Protecting Man and Environment
011. Social and Economics Concerns

Inovator:

Nama : Dr. Ir. Mulyorini Rahayuningsih, MSi

Institusi : IPB
Alamat : Gedung Rektorat Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor

Status Paten : TELAH DIDAFARKAN

Prospektus:

Kesiapan Inovasi  : * *
Kerjasama Bisnis : * * *
Peringkat Inovasi : *
Last Updated on Friday, 25 December 2009 12:56  

Pendukung Inovasi

Banner
Banner
Banner
Banner

Need Help?

T. (021) 2664 6882
F. (021) 2664 7409
e. info [at] bic [dot] web [dot] id
Monday - Friday : 9.00 - 18.00
INFO BIC :
Click on our online status to send a message through Yahoo Messenger.