Formulasi Media dan Teknologi Sederhana Produksi Bioinsektisida dari Bacillus thuringiensis subsp. kurstaki
WHAT?
|
Dipel adalah bakteri Bacillus thuringiensis yang secara alami mampu membunuh ulat serangga pengganggu dan pemakan daun namun aman bagi serangga lain, burung, ikan atau hewan berdarah panas. Metoda sederhana pembiakan dipel (Bacillus thuringiensis subsp. kurtaki) dikembangkan menggunakan media dengan bahan baku limbah cair tahu dan onggok tapioka (2:1), serta kapur. Sebagai starter digunakan produk komersial dipel yang dilarutkan dalam air steril dengan kosentrasi 1 gram dipel per 1 liter air steril. Setelah didiamkan selama 3 hari dan dipanaskan pada suhu 50°C akan dihasilkan bubuk dipel terkonsentrasi yang memiliki daya basmi ulat kubis Crocidolomia binotalis 27x lebih ampuh dibandingkan dengan produk komersial dipel yang berbahan aktif serupa. Cara penggunaannya dengan melarutkan 1 gram bubuk dengan 25 liter air matang. |
“Dipel is a natural bacteria Bacillus thuringiensis that controls many leaf-eating caterpillars of moths and butterflies, but does not harm other insects, birds, fish or warm-blooded animals. A simple method to cultivate dipel using agro-industrial waste; such as tofu liquid waste and tapioca waste, produces dipel powder that is 27 times more efficient to kill Crocidolomia binotalis compared to other commercial dipel. |
WHY?
- Secara alami mampu mengontrol ulat dan serangga penggangu
- Daya toksisitas terhadap serangga sasaran lebih tinggi 27 kali dari produk komersial
- Bahan baku mudah dan murah
- Proses sederhana
- Ramah lingkungan
- Tidak mengandung unsur kimiawi
Potensi Aplikasi:
Penggunaan insektisida alami bagi tanaman sayuran sangat dianjurkan, selain ramah lingkungan, aman bagi makhluk hidup lainnya. Pertanian dan perkebunan yang membutuhkan solusi pengontrol serangga pengganggu alami menggunakan dipel.
Kata Kunci Teknologi
001. Electronics, IT and Telecomms
002. Industrial Mfg, Material and Transport Technologies
003. Other Industrial Technologies
004. Energy
005. Physical and Exact Sciences
006. Biological Sciences
007.Agriculture and Marine Resources
008. Agrofood Industry
009. Measurements and Standards
010. Protecting Man and Environment
011. Social and Economics Concerns
Inovator:Institusi : IPB Status Paten : TELAH DIDAFARKAN |
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * * |











