Inovasi Indonesia di BIC - Business Innovation Center Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Utama Food Resilience Dari Utuh, Jadi Tepung
Food ResilienceNew and Renewable EnergyTransportation Management and TechnologiesInformation and Communication TechnologiesDefense and Security TechnologiesHealth and MedicinesOthers

Dari Utuh, Jadi Tepung

E-mail Print PDF
We are sorry for not being able to provide official translation. Please use the google translator to help you review our site.

Unit Pengolahan Jagung Terpadu

Sistem Pengolahan jagung yang dikembangkan mulai dari review proses, integrasi peralatan dalam satu sistem, formulasi produk, pengembangan disain dan manufaktur untuk mencapai efisiensi dan efektifitas disain serta kelayakan ekonomi.
PERSPEKTIF

WHAT?

Unit pengolahan jagung terpadu ini terdiri dari Sub-Unit Pasca Panen, Sub-Unit Penepungan/Pengolahan Awal, Sub-Unit Produk Hilir, dan Sub-Unit Pakan Ternak.

Keempat sub unit tersebut merupakan suatu sistem pengolahan jagung yang terintegrasi dimulai dari proses pasca panen yang mengolah jagung tongkol menjadi jagung pipil kering dan tongkol halus sebagai hasil samping. Pengolahan awal lalu mengolah jagung pipil menjadi aneka ukuran tepung (grits, menir dan tepung); kemudian Pengolahan Produk Hilir mengolah tepung jagung menjadi produk pangan. Sub Unit terakhir mengolah tongkol halus menjadi pakan ternak sebagai produk sampingan.

Teknologi pengolahan jagung ini diterapkan dengan tujuan menghasilkan aneka produk dari jagung yang berkualitas dan efisien.

Integrated Corn Processing Unit consist of 4 sub-units with different roles.

The Post Harvest sub-unit splits the kernel and processes the corn cobs into powder.

Kernels are processed into different sizes of grits by the Flouring process, and further processed into food products by the End Product sub-unit. The Cattle Feed sub-unit processes the cobs into powder for cattle feed.

English

WHY?

  • Terpadu dalam satu sistem
  • Fungsi pemimpil sangat efektif, mampu memproses jagung tongkol 4000kg/jam dengan rendemen 93% dan kualitas terjamin
  • Penggunaan Husk Furnace (bahan bakar biomassa/sekam) menekan biaya operasional
  • Kualitas produk memenuhi SNI
  • Zero waste, tidak ada limbah
  • Mudah pengoperasian dan perawatannya
Keunggulan

Potensi Aplikasi:
Daerah sentra jagung di Indonesia seperti Bojonegoro, Grobogan, Banyuwangi dan lain-lain; Industri makanan (snack) yang menggunakan tepung jagung dan grits jagung sebagai bahan bakunya. Tepung jagung berpotensi untuk substitusi tepung terigu sebagai bahan baku mie.

Kata Kunci Teknologi

001. Electronics, IT and Telecomms
002. Industrial Mfg, Material and Transport Technologies
003. Other Industrial Technologies
004. Energy
005. Physical and Exact Sciences
006. Biological Sciences
007.Agriculture and Marine Resources
008. Agrofood Industry
009. Measurements and Standards
010. Protecting Man and Environment
011. Social and Economics Concerns

Inovator:

Nama : Anto Yulianto, S.Si., M.Eng; Wahyu Eko Widodo; Gigih Atmaji; Henky Henanto

Institusi : BPPT
Alamat : Gedung II BPPT Lt. 17
Jl. MH. Thamrin No. 8, Jakarta 10340

Status Paten : DALAM PROSES PENGAJUAN

Prospektus:

Kesiapan  Inovasi  : * *
Kerjasama Bisnis : *
Peringkat Inovasi : *
Last Updated on Thursday, 24 December 2009 21:55  

Pendukung Inovasi

Banner
Banner
Banner
Banner

Need Help?

T. (021) 2664 6882
F. (021) 2664 7409
e. info [at] bic [dot] web [dot] id
Monday - Friday : 9.00 - 18.00
INFO BIC :
Click on our online status to send a message through Yahoo Messenger.