Bioremediasi sebagai Alternatif Solusi pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon Fab.)
Alam selalu mencari keseimbangan, dan mempunyai mekanisme alami untuk menjaganya. Bila keseimbangannya terganggu, ada dua kemungkinan yang terjadi, mengurangi yang berlebih atau menambah yang dibutuhkan, dalam hal ini, bakteri yang berguna.
WHAT?
|
Masalah utama pada setiap kolam budidaya intensif adalah akumulasi senyawa beracun amonia, nitrit, nitrat dan hidrogen sulfida, sebagai proses alami ekskresi hewan air dan pembusukan sisa pakan. Senyawa alami yang merugikan ini mengganggu metabolisme hewan air dan dapat menyebabkan kematian. Konsorsium bakteri lokal di perairan lndonesia untuk proses bioremediasi mampu menjaga kualitas air. Bakteri nitrifikasi mendegradasi amonia menjadi nitrit dan nitrat, kemudian bakteri denitrifikasi mendegradasi nitrat dan nitrit menjadi gas nitrogen ke udara. Bakteri fotosintetik anoksigenik digunakan untuk mendegradasi senyawa hidrogen sulfida menjadi unsur belerang yang relatif tidak berbahaya. |
Creation of bacteria-consortium, native in Indonesian waters, to be used for bio-remediation, can solve problems faced by fish-breeders in general.
Using nitrification and denitrification, anoxygenic photosynthetic bacterias will degrade dangerous substances built up in the pond into harmless nitrogen and sulphur. Regular application will maintain the quality of water, reduce toxic compounds and create a safe treshold that is suitable for shrimp ponds. |
WHY?
Penggunaan isolat bakteri dari perairan asli lndonesia sebagai agen bioremediasi akan memudahkan proses adaptasinya terhadap lingkungan perairan tropis. Kelebihan lainnya:
- Mampu memperbaiki kondisi kualitas air
- Menjaga udang menjadi lebih sehat
- Meningkatkan nafsu makan udang
- Mampu menjaga keseimbangan populasi plankton dan mikroorganisme
- Mudah memproduksi dan mengaplikasikannya
Potensi Aplikasi:
Aplikasi bakteri bioremediasi ini dapat digunakan tidak hanya untuk budidaya udang windu saja, namun juga dapat diaplikasikan pada industri akuakultur dan sistem pengolahan limbah yang mengandung senyawa organik dan senyawa toksik tinggi.
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * |











