Inovasi Indonesia di BIC - Business Innovation Center Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Utama Food Resilience Celengan Pupuk Zeolit
Food ResilienceNew and Renewable EnergyTransportation Management and TechnologiesInformation and Communication TechnologiesDefense and Security TechnologiesHealth and MedicinesOthers

Celengan Pupuk Zeolit

E-mail Print PDF
We are sorry for not being able to provide official translation. Please use the google translator to help you review our site.

Teknologi Proses Pembuatan Slow Release Fertilizer Menggunakan Zeolit Alam

Banyak hal terbuang sia-sia dikarenakan sifat alami air yang melarutkan dan proses alami lainnya. Memperlambat proses alami tersebut, dengan meminjam sifat alami zeolit mengurangi kerugian yang terjadi.

PERSPEKTIF

WHAT?

Salah satu upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi urea adalah dengan memodifikasinya menjadi pupuk lepas lambat / slow release fertilizer (SRF).

Pupuk diubah menjadi butiran lebih besar yang lebih sukar larut dan dicampur zeolit alam yang mampu mengendalikan kecepatan pelepasan unsur-unsur nutrien pupuk yang mudah hilang akibat larut dalam air, menguap atau proses denitrifikasi terhadap pupuk itu sendiri.

Pembuatan SRF dengan menggunakan zeolit alam sebagai pendukung dilakukan melalui tahap pretreatment, formulasi, granulasi dan pengeringan. Berdasarkan penelitian, pencampuran zeolit dan pupuk urea terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, karena unsur nitrogen dalan urea terserap pada seluruh permukaan zeolit.

Slow Release Fertilizer (SRF) can be created by producing bigger granulated fertilizer, and to make it evn more efficient, by combining it with zeolite.

The Zeolite slow down the dissolving speed of fertilizer, saving the nutrients from being wasted and also was proven that nitrogen required by the plant is absorbed throughout the surface of the Zeolite.

The SRF is produced in several stages: pretreatment, formulation, granulation and drying.

English

WHY?

  • Lebih efisien hingga 70%
  • Frekuensi pemberian pupuk pada tanaman menjadi berkurang
  • Hasil produksinya relatif sama dengan yang menggunakan pupuk urea biasa
Keunggulan

Potensi Aplikasi:
Industri pupuk

Inovator:

Nama : Dr. Danny M. Gandana, M.Sc; Ir. Mochamad Rosjidi, M. Sc

Institusi : BPPT
Alamat : Jl. MH Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340

Status Paten : TELAH DIDAFTARKAN

Prospektus:

Kesiapan  Inovasi  : * * 
Kerjasama Bisnis : * *
Peringkat Inovasi : *
Last Updated on Tuesday, 01 December 2009 17:52  

Pendukung Inovasi

Banner
Banner
Banner
Banner

Need Help?

T. (021) 2664 6882
F. (021) 2664 7409
e. info [at] bic [dot] web [dot] id
Monday - Friday : 9.00 - 18.00
INFO BIC :
Click on our online status to send a message through Yahoo Messenger.