Proses Pembuatan Tempe Dengan Pengasaman Kimiawi Menggunakan Glukono-δ-Laktone (GDL)
Membuat alam bergerak lebih cepat menggunakan bahan alami yang aman untuk dikonsumsi, tanpa mengorbankan kualitas dan rasa dari tempe.
WHAT?
|
Proses pembuatan tempe membutuhkan waktu yang cukup lama dan menjadikan nilai efisiensinya menurun. Karenanya solusi yang tepat adalah dengan memodifikasi pada proses pengasamannya. Penggunaan Glukono-Delta-Laktone (GDL) yang dikenal aman untuk dikonsumsi, dengan konsentrasi 0,4% dalam proses pengasaman dapat dilakukan dengan tiga metode: a. Perebusan kedelai selama 30 menit dalam GDL diikuti pendinginan kedelai. b. Perebusan kedelai selama 30 menit dalam GDL. c. Perendaman kedelai selama 2 jam dalam GDL diikuti perendaman dalam air panas (70°C) selama 5 menit. Proses ini tetap menghasilkan kualitas tempe yang sama dengan proses fermentasi biasa. |
The traditional way to produce tempeh by fermentation using the Rhizopus oligosporus or Rhizopus oryzae takes quite some times, making it inneficient.
By adding the Glukono-Delta-Laktone (GDL) as a catalyst will reduce the time needed for fermentation without sacrificing human health, safety, quality and taste of tempeh. |
WHY?
- Proses pembuatan tempe menjadi lebih singkat, efisien dan ramah lingkungan
- Kualitas citarasa tempe serupa dengan hasil pengasaman alami
Potensi Aplikasi:
Dapat diaplikasikan di industri tempe.
Prospektus:Kesiapan Inovasi : * |











