Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

NEWS UPDATE: “110 INOVASI INDONESIA - 2018”

Inovator Indonesia yth.,

Proses migrasi Sistem Manajemen Inovasi dan Database BIC ke sistem yang baru, ternyata memakan waktu lebih lama dari rencana. Saat ini pekerjaan telah mendekati tahap akhir dengan selamat. BIC menyampaikan penghargaan atas berbagai feedback dari inovator pengguna dan BIC juga mohon maaf, seandainya Anda mengalami berbagai ketidak-nyamanan pada saat mengajukan proposal ke BIC. Kami percaya bahwa Anda kini telah menikmati berbagai kemudahan dan fitur baru sistem BIC, pada saat Anda mengajukan proposal, maupun pada saat Anda berkomunikasi dengan BIC.

Sehubungan dengan hal di atas, kami telah menjadwalkan ulang program Pemilihan “110 Inovasi Indonesia – 2018”. Mohon Anda perhatikan agenda dan tanggal penting untuk pemilihan karya inovasi 100+ tahun ini, sebagai berikut:

1. Batas Akhir Proposal"110 Inovasi Indonesia-2018”,Jum’at, 31 Agustus 2018

2. Penetapan Keputusan Juri, 110 Proposal Terpilih, Jum'at 28 September 2018

3. Penerbitan"110 Inovasi Indonesia - 2018"(Digital), Senin, 31 Desember 2018

“110 Inovasi Indonesia-2018” jugaakan menjadi serial perdana “100+ Inovasi Indonesia” yang diterbitkan dalam format “e-book”, sekaligus BIC mengakhiri era penerbitan “kertas”. Dengan terbitan e-book mendatang, publikasi karya-karya inovasi Anda niscaya akan menjangkau khalayak pembaca dan investor yang jauh lebih luas; selain juga lebih terintegrasi dengan layanan intermediasi inovasi, dan layanan business match-making BIC.

Untuk itu, segeralah daftarkan proposal karya-karya inovasi terbaik Anda ke pemilihan “110 Inovasi Indonesia-2018” dan jadilah Jawara Inovasi Indonesia!

 

Salam Inovasi!

KS(200618)

 

 

 

 

PENGUMUMAN LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H

Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439-H yang jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018, Business Innovation Center (BIC) akan libur mulai Rabu, 13 Juni 2018 sampai dengan Selasa, 19 Juni 2018.  Kantor BIC akan kembali melaksanakan kegiatan mulai Rabu, 20 Juni 2018.  Selama liburan, BIC tetap dapat dihubungi melalui e-mail di: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

Kepada seluruh rekan / mitra kerja, inovator Indonesia dan pendukung / sponsor  BIC yang merayakan, kami mengucapkan:  

 

"Taqabbalallahu minna wa minkum

Minal 'Aidin wal Faizin 

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H" 

 

SALAM INOVASi ! 

 

ASAFF 2018: HKTI MENGUNDANG PARA INOVATOR SEKTOR PERTANIAN

Dalam rangka penyelenggaraan ”Asian Agriculture & Food Forum” (ASAFF) 2018, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengundang para inovator sektor pertanian dan pendukung pertanian untuk berpartisipasi dalam program “HKTI Innovation Award”.

Program ini dapat diikuti oleh para pemuda / pemudi, praktisi, akademisi dan komunitas yang memiliki karya inovasi dalam sektor pertanian dan pendukung pertanian, yang dihasilkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2014-2018). Pendaftaran peserta dapat juga dilakukan oleh seorang “pengusul” yang mengetahui adanya karya inovasi “hebat” yang dihasilkan oleh petani, komunitas petani atau kelompok tani tertentu; namun yang bersangkutan tidak bisa mengakses sendiri pendaftaran Peserta HKTI Innovation Award secara online di situs:

silakan klik disini

Forum ASAFF ini diikuti  oleh para pelaku pertanian, industri dan lembaga pemerintah dari sekitar 20 negara di Asia. Event yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC)  pada 28 Juni – 01 Juli 2018 ini. ASAFF yang pada tahun ini mengusung tema Transforming Challenges into Opportunities: Agricultural Innovation & Food Security, akan menggelar berbagai kegiatan; antara lain Konferensi, Pameran, Forum Bisnis, serta Anugerah Inovasi Sektor PertanianHKTI Innovation Award”.

 

(KS/230518)

Ayo Ikut Pemilihan “110 Inovasi Indonesia - 2018” !

Pemilihan "110 Karya Inovasi Indonesia – 2018” ini membuka lembaran-lembaran baru dalam “tradisi” BIC.

Yang pertama, Sistem Pengelolaan (termasuk Pemilihan) Karya Inovasi BIC telah selesai di “upgrade” serta dilengkapi dengan fitur-fitur baru agar layanan BIC menjadi semakin mudah dan interaktif bagi para inovator.

Yang kedua, aplikasi “Sistem Pengelolaan Karya Inovasi BIC”, yang telah teruji stabil dan handal selama sepuluh tahun terakhir, dapat dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga Litbang dan atau Pendidikan Tinggi Riset, yang ingin mengelola karya-karya inovasi mereka secara mandiri. Untuk mencoba versi “Demo”nya, silakan klik tombol “DEMO Website BIC Baru” di halaman :

Akhirnya, “110 Inovasi Indonesia-2018 ” akan menjadi yang pertama dari serial Pemilihan “100+ Inovasi Indonesia” yang diterbitkan dalam bentuk e-book, dan mengakhiri era penerbitan “kertas”. Dengan terbitan e-book mendatang, publikasi karya-karya inovasi Anda yang berhasil terpilih, akan menjangkau khalayak pembaca dan investor yang lebih luas; selain lebih terintegrasi dengan layanan intermediasi / business match-making BIC.

Segera daftarkan proposal karya-karya inovasi terbaik Anda. Pendaftaran karya inovasi (yang baru) akan ditutup pada awal Juli 2018.

 

Salam inovasi !

 

Catatan:

Jika Anda mengalami kendala dalam pendaftaran proposal, silakan hubungi BIC di: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

PEMBIAYAAN DAN INDUSTRIALISASI RISET MENUJU INOVASI DI IMERI - OPEN INNOVATION 2018

Jum'at 20 April 2018, BIC diundang oleh  Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) untuk menyampaikan paparan didepan para peserta kompetisi Open Innovation IMERI tahun kedua. Kali ini IMERI meminta BIC untuk menyampaikan paparan tentang "Pembiayaan dan Industrialisasi  Riset menuju Inovasi". Pada acara ini, peserta mendapatkan berbagai paparan tentang konsep dan praktek dalam riset dan inovasi,termasuk aspek-aspek yang terkait dalam komersialisasi hasil penelitian dan inovasi. 

Dalam paparannya, Kristanto Santosa (BIC) menyampaikan dua pokok pemikiran di seputar pembiayaan riset dan komersialisasi. Yang pertama adalah tentang fenomena lembah kematian (the valley of death) yang diyakini sebagai suatu kenyataan dan risiko dalam setiap upaya komersialisasi hasil riset.  Kristanto berargumen, bahwa sekalipun risiko kegagalan dalam proses komersialisasi hasil riset ada, namun risiko tersebut dapat banyak dikurangi kalau pihak peneliti dan pebisnis saling memahami bahasa (dan ekspektasi) masing-masing. Dalam kegiatan riset dan inovasi, kita sedang mendorong agar para peneliti menggunakan skala Tingkat Kesiapan Teknologi atau TRL (Technology  Readiness Level) sebagai ukuran kesiapan hasil riset untuk dikomersialisasikan. Padahal pelaku bisnis melihat hal yang sama berdasarkan Tingkat Kesiapan Demand atau DRL (Demand Readiness Level). Postulat dari Dr. Florin Paun mengatakan bahwa kesiapan komersialisasi harus dilihat dari jumlah (level) keduanya yang harus lebih dari 10. Kalau tidak tercapai, diyakini "lembah kematian" akan tetap menganga dan memakan korban lebih banyak.   

Pada pokok yang kedua, dipaparkan tentang bagaimana IMERI dapat berperan strategis dalam inovasi-inovasi kesehatan dan kedokteran di Indonesia. Menurut Kristanto, IMERI yang merupakan bagian dari Fakultas Kedokteran UI, bisa berperan strategis dalam menggalang pembiayaan dan komersialisasi penelitian dan inovasi di Indonesia yang saat ini sangat tertinggal. Dalam kacamata prospek komersialisasi, ketertinggalan ini dapat sekaligus dibilang sebagai prospek komersialisasi yang sangat menjanjikan.   

Salah satu hal yang bisa menjadi terobosan besar dalam inovasi di sektor kesehatan dan kedokteran Indonesia; adalah seandainya dengan dukungan IMERI, (asosiasi) dokter,perumah-sakitan, dan asuransi kesehatan dapat berperan aktif sebagai investor selain tentunya sebagai beneficiaries dari inovasi. Kristanto berpendapat bahwa berbeda dengan kebanyakan sektor industri lainnya dimana"demand" ditentukan oleh konsumen; di sektor kesehatan dan kedokteran, para pembeli atau pasien dalam kebanyakan hal bukanlah sang konsumen. Demand di sektor ini lebih ditentukan oleh para "endorsers",  yang adalah (profesi) Dokter, Rumah Sakit, dan pengelola asuransi kesehatan, termasuk pengelola BPJS Kesehatan.  

 

(KS/25/04/18)

Demo Website BIC Baru

 

BIC telah hampir selesai memperbaharui Sistem Informasi Manajemen Inovasi BIC, yang selama 10 tahun merupakan sistem andalan BIC dalam pengelolaan database proposal inovasi, seleksi, dan penjurian terpadu untuk pemilihan “100+  Inovasi Indonesia” sejak tahun 2008.

Tahun ini, Sistem Informasi Manajemen Inovasi BIC akan hadir dengan tampilan baru untuk pemilihan “110 Inovasi Indonesia – 2018”, dan  BIC juga menawarkan Sistem Manajemen Inovasi yang telah teruji di BIC selama 10 tahun ini, untuk dimiliki sendiri oleh lembaga-lembaga litbang dan universitas riset di Indonesia yang berminat, SECARA GRATIS.

Untuk mencoba versi DEMO dari Sistem Informasi Manajemen  Inovasi BIC, silakan klik  

MEMBANGUN KLASTER UNGGULAN DAERAH SUMATERA BARAT

Sebagai tindak lanjut dari paparannya dalam program Klaster Inovasi Daerah 2018 di acara Kementerian RistekDikti, Universitas Andalas mengundang BIC menjadi narasumber sosialisasi dan diskusi tentang bagaimana Sumatera Barat menyiapkan diri, seandainya terpilih menjadi daerah untuk membangun Klaster Inovasi Daerah.  

Dalam paparannya, Kristanto Santosa, menekankan pentingnya untuk mempelajari dengan seksama semua persyaratan dan arahan untuk mengajukan proposal, khususnya dalam menetapkan "produk inovasi" unggulan daerah Sumatera Barat  yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan (stakeholders). Kristanto mengatakan bahwa ditetapkan sebagai daerah terpilih bukanlah sasaran akhir; tetapi justru merupakan titik awal untuk menjadikan klaster unggulan daerah Provinsi Sumatera Barat kenyataan, dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. 

Dalam acara semi workshop pada 16 April 2018 yang lalu di LPPM Universitas Andalas, Kristanto membahas dan mendiskusikan dengan para partisipan seminar tentang aspek-aspek dasar untuk membangun kolaborasi dan sinergi antara komponen Akademisi - Bisnis - Pemerintah - dan Masyarakat (A-B-G-C), yang merupakan landasan strategis untuk dapat berhasilnya prakarsa inovasi pada tingkat regional / daerahan. Diskusi mengulas tentang bagaimana team Sumatera Barat membangun (dan mencapai konsensus yang efektif) dalam menetapkan inovasi unggulan bersama, mengidentifikasikan "scoping" proposal, khususnya dalam mengidentifikasi kawasan inovasi / penciptaan nilai tambah, dan akhirnya membangun sinergi dan kolaborasi A-B-G-C agar klaster unggulan daerah Provinsi Sumatera Barat nantinya menjadi kisah sukses inovasi nasional, dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat. 

Acara yang cukup serius namun cukup bergairah ini diikuti oleh para pejabat pemerintah daerah Provinsi maupun Kabupaten di Sumatera Barat, serta para akademisi, inventor dan inovator dari Universitas Andalas dan Badan Litbang Daerah.

ks/18/04/17

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi