Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

AddThis Social Bookmark Button

Ciptakan Kulkas Tanpa Listrik, Pelajar SMA Musi Banyuasin Berjaya di AS

MELALUI karya ilmiahnya Muhtaza dan Anjani, Siswi SMA Negeri 1 Sekayu Sumatera Selatan, berhasil meraih 2 Award dalam Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat, 11-16 Mei 2014.

Karya ilmiah berjudul Green Refrigerant Box meraih the Development Focus Award senilai USD10.000 dari the U.S. Agency for International Development (USAID). Selain itu mereka juga meraih Penghargaan Ketiga senilai USD1.000 di kategori Engineering: Materials & Bioengineering.  Keberhasilan meraih 2 penghargaan tersebut berdasarkan penilaian atas dasar karya ilmiah mereka yang membuat Green Refrigerant Box (kulkas tanpa freon dan listrik) dengan fokus pada penggunaan kayu gelam sebagai solusi alternatif untuk pendingin buah-buahan dan sayur-sayuran.

Baca selengkapnya disini: www.KabariNews.com/?66433

De-Bottle Necking Inovasi Indonesia

 

Oleh : Kristanto Santosa (Direktur Eksekutif BIC)

Note :Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi "Solusimu, Ayo Berinovasi!"

 

Sinopsis

Kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) sains, teknologi dan inovasi adalah pendorong terpenting pertumbuhan ekonomi di era global dewasa ini. R&D merupakan pendorong penciptaan nilai tambah, pendorong daya saing, kemampuan ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan pada gilirannya, menciptakan ekonomi  yang sehat untuk mendukung kemajuan negara / bangsa.

Sekalipun telah mencapai pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) yang cukup sehat di kisaran 6  persen setahun, ekonomi Indonesia menunjukkan  tanda-tanda “kelelahan”, sebagaimana ternyata pada depresiasi rupiah dan defisit neraca perdagangan Indonesia akhir-akhir ini. Berbagai upaya “turnaround” dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis penciptaan nilai tambah juga terkendala.  Misalnya, kebijakan mendorong tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)  dan pelarangan ekspor bahan mentah, seringkali tidak efektif, ditunda  atau bahkan dibatalkan.

Alasan yang mengemuka adalah minimnya pembiayaan R&D Litbang Pemerintah (0.066 % GDP), disamping partisipasi swasta dalam R&D yang diperkirakan sangat kecil. Dengan merujuk berbagai laporan riset (a.l. Global Competitiveness Report), ketidak-siapan Indonesia berinovasi, kemandirian dalam pengembangan teknologi, atau keengganan pelaku bisnis swasta berinvestasi dalam R&D juga dijadikan alasan yang lain.

Usulan solusi ini menyarankanpemecahan akar permasalahan di atas,  melalui “de-bottlenecking” sistematik pada hambatan-hambatan struktural  yang menyebabkan “lingkaran setan”: efektivitas kegiatan R&D Litbang Pemerintah yang rendah, sehingga pelaku bisnis swasta enggan melakukan investasi dalam inovasi karena kurang didukung,  atau sebaliknya.  Sebenarnya stimuli melalui berbagai program dan kebijakan pemerintah telah dilakukan, tetapi karena pelaksanaannya tidak terintegrasi, hasilnyapun jauh dari menggembirakan. Usulan ini diharapkan menjadi  solusi alternatif yang sustainable; dan jika dengan serius diterapkan, bisa menjadi harapan baru akan masa depan Indonesia yang maju dan sejahtera.

 

Selengkapnya dapat dilihat dalam paparan terlampir : 

Call for Papers "Innovation for Developing Countries" TH 2012 (English)

Triple Helix ke-10

Welcome to the TH 2012

The Triple Helix 10th International Conference 2012 (TH 2012) is a prominent international convention that will talk innovation in developing countries. The event will be held on August 08 - 10 2012.
TH 2012 is the tenth in a series of international conferences that was started sixteen years ago by the Triple Helix Association.
With host of the prestigious School of Business and Management, Instut Teknologi Bandung (SBM - ITB), the TH 2012 calls to advancing previous success of THA conferences that previously held in Silicon Valley (San Francisco), Madrid, Glasglow, Singapore, Turin, Copenhagen/Lund, Rio de Janeiro, New York, and Amsterdam.
The venue of TH 2012 is the historic and newly refurbished "Grand Royal Panghegar Hotel", Bandung, West Java.

Selengkapnya...

Pelatihan Intermediator Teknologi

RISTEKBMBF

Kementerian Riset dan Teknologi, Republik Indonesia
bekerjasama dengan
Kementerian Federal Bidang Pendidikan dan Penelitian, Jerman

menyelenggarakan

Pengembangan industri berbasis inovasi adalah arahan pembangunan ekonomi Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2009-2014).  Sejalan dengan tuntutan arus globalisasi, daya saing ekonomi Indonesia perlu ditingkatkan dan diperkuat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Penerapan iptek ke industri memerlukan penanganan khusus, sehingga diperlukan pengembangan peran intermediasi teknologi. Intermediasi teknologi adalah kegiatan untuk membantu proses alih teknologi yang berperan penting untuk menumbuhkan inovasi, khususnya di sektor industri/UKM.  Profesional yang melaksanakan fungsi intermediasi disebut intermediator.

Selengkapnya...

Talk Show Edu Smart Eco Green

Central ParkKamis, 24 Maret 2011 MCI bekerjasama dengan BIC mengadakan talkshow Inovasi dalam acara Exhibition Edu Smart Eco Green yang bertempat di Central Park. Acara diisi oleh pembicara dari kalangan inovator Indonesia, diantaranya Prof. Hanny Wijaya, Prof. Clara K, dan Dr. Linawati H.

Selengkapnya...

Seminar Inovasi: Membangun Sinergi Triple Helix A-B-G

Menampilkan gambar sosialisasi UGMBusiness Innovation Center (BIC) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gajah Mada (LPPM UGM) melakukan kegiatan seminar Inovasi dan promosi program 103 inovasi Indonesia pada tanggal, 22 Maret 2011. Bertempat di ruang sidang LPPM UGM, turut hadir dan berpartisipasi para perekayasa dan peneliti di lingkungan universitas dan lembaga penelitian sekitar D.I Yogyakarta.

Selengkapnya...

Proteksi IPR (Intellectual Property Rights), Menguntungkankah?

IPR singkatan dari Intellectual Property Rights, dikenal juga di Indonesia sebagai HKI (dulu HAKI) singkatan dari Hak (atas) Kekayaan Intelektual. IPR secara awam bisa diartikan Hak Kepemilikan atas sebuah Karya Intelektual. Karena berbicara Hak, maka lumrah bila HKI diatur oleh organisasi di bawah Departemen Kehakiman.

Selengkapnya...

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Artikel Inovasi